Lintasinfo.id – Pemerintah Kota Cilegon melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) menggelar acara Pengukuhan, Penyerahan SK Promosi, serta Serah Terima Jabatan Kepala Sekolah di lingkup Kota Cilegon. Acara berlangsung di Aula Setda Kota Cilegon Rabu (21/01/2026).
Sebanyak 21 guru resmi mendapatkan promosi jabatan, yang terdiri dari 19 Kepala Sekolah Dasar (SD) dan 2 Kepala Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN).
Kepala Dindikbud Kota Cilegon Heni Anita Susila, dalam sambutannya mengatakan, pengukuhan ini merupakan implementasi nyata dari Permendikdasmen Nomor 7 Tahun 2025 tentang penugasan guru sebagai kepala sekolah.
“Kita menggunakan regulasi baru tahun 2025. Proses pencalonan kini harus melalui input aplikasi sesuai ketentuan Kemendikdasmen. Ada perbedaan mekanisme masa jabatan berdasarkan kualifikasi kompetensi,” katanya.
Heni menjelaskan pembagian masa jabatan terdiri dari Lulus Uji Kompetensi & Substansi: Masa jabatan berlaku untuk 2 periode (8 tahun). Belum Uji Kompetensi: Masa jabatan hanya berlaku untuk 1 periode (4 tahun), namun pemerintah akan memberikan penguatan kapasitas agar mereka dapat menempuh ujian untuk memperpanjang masa jabatan ke periode kedua.
“Kepala sekolah bukan sekadar jabatan, tapi tentang kapasitas dan komitmen melayani pendidikan. Kami ingin setiap sekolah dipimpin oleh figur yang mampu menggerakkan dan menginspirasi,” tambahnya.
Sementara itu, Wakil Walikota Cilegon Fajar Hadi Prabowo dalam arahannya menitipkan pesan mengenai perlindungan siswa dan tenaga pengajar.
“Saya menitipkan pesan untuk selalu menjaga, tidak hanya murid-muridnya saja, tapi juga guru-guru di bawah binaan masing-masing. Saya ingin pendidikan di Kota Cilegon terhindar dari kekerasan dan isu-isu negatif lainnya,” tegas Fajar.
Fajar juga menyoroti pentingnya pendidikan inklusif. Ia meminta para kepala sekolah baru untuk memberikan perhatian lebih kepada anak-anak berkebutuhan khusus agar mereka mendapatkan hak pendidikan yang setara.
“Anak-anak tidak hanya harus berprestasi, tapi anak-anak berkebutuhan khusus juga harus menjadi perhatian utama. Tolong dipikirkan keberadaan mereka di sekolah,” terangnya. (Adv)






