Lintasinfo.id – Lagu Indonesia Raya kembali berkumandang di Eropa. Pembalap muda asal Sleman, Muhammad Kiandra Ramadhipa, sukses menorehkan kemenangan sensasional dalam balapan European Talent Cup (ETC) Catalunya 2025 di Sirkuit Barcelona-Catalunya, Spanyol, Minggu (2/11/2025).
Start dari posisi ke-24, Kiandra tampil luar biasa. Ia perlahan menyalip satu per satu lawan hingga menembus delapan besar di pertengahan lomba. Pada tiga lap terakhir, ia ikut dalam duel seru dengan pembalap UAX Seventytwo Artbox, Carlos Cano.
Cano sempat memimpin di lap terakhir, namun Kiandra tak menyerah. Lewat strategi slipstream di trek lurus, pembalap berusia 15 tahun itu berhasil menyalip tepat di garis finis, menang hanya dengan selisih 0,007 detik!
Kemenangan dramatis ini menjadi gelar kedua Kiandra musim ini, setelah sebelumnya juara di Race 1 Seri Prancis di Sirkuit Magny-Cours. Hasil ini juga membuatnya naik ke peringkat ketiga klasemen sementara dengan total 129 poin.
Perjalanan Karier Sang “Garuda Muda” di Lintasan Balap Remaja yang akrab disapa Dhipa ini lahir di Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, pada 4 Desember 2009. Meski baru 15 tahun, bakat dan mental juaranya sudah terlihat matang sejak dini.
Ketertarikannya pada dunia balap muncul ketika sering diajak sang ayah menonton lomba sepeda BMX. Dari situ, Dhipa mulai belajar teknik kecepatan dan keseimbangan, sebelum akhirnya beralih ke motor.
Ia memulai karier balapnya di motocross pada 2014, lalu sempat menjajal balapan BMX setahun kemudian. Seiring waktu, Dhipa beralih ke minimoto dan road race, dengan ikut berbagai kejuaraan seperti Junior MiniPrix, Regional MiniGP Championship, Motoprix, dan OnerPrix National Championship.
Namanya mulai dikenal ketika menjadi runner-up MotoPrix 2021, lalu juara nasional pada 2022 di kelas Rookie (Honda GTR150). Tahun yang sama, ia juga tampil di Asia Road Racing Championship (ARRC) kelas UB150 dan finis sebagai runner-up Asia.
Langkah Internasional: Dari Asia Talent Cup ke Red Bull Rookies Cup Pada 2023, Kiandra tampil konsisten di Thailand Talent Cup, finis ketiga klasemen akhir. Setahun berselang, ia memperkuat Astra Honda Racing Team di ARRC kelas AP250, menutup musim di posisi ketiga, serta tampil cemerlang di Asia Talent Cup dengan finis keempat berkat dua kemenangan dan tiga podium.
Prestasi itu membuatnya mendapat promosi ke dua ajang penggemblengan pembalap muda menuju MotoGP pada 2025, yakni Red Bull Rookies Cup dan European Talent Cup (ETC) bersama Junior Talent Team.
Di Rookies Cup, Dhipa menorehkan podium pertamanya di Sachsenring, Jerman, dan menutup musim di peringkat delapan klasemen. Namun, performanya justru lebih bersinar di ETC, dengan dua kemenangan besar di Magny-Cours (Prancis) dan Barcelona-Catalunya (Spanyol).
Konsistensi dan Cita-cita Besar Kiandra mengaku Sirkuit Chang Buriram di Thailand menjadi lintasan favoritnya karena karakter tikungan terakhir yang menantang. Ia juga dikenal memiliki gaya balap agresif dan cerdas membaca momentum, terutama saat pertarungan lap terakhir.
Bagi Dhipa, kemenangan di Catalunya bukan hanya soal trofi, tapi pembuktian bahwa pembalap muda Indonesia mampu bersaing di level Eropa. Dengan dukungan Astra Honda Racing Team dan jalur pembinaan “Road to MotoGP”, ia kini menatap peluang untuk naik ke jenjang lebih tinggi di musim-musim mendatang. (Am/Red)



