Lintasinfo.id — Keluarga besar Al-Khairiyah menggelar kegiatan Syiar Ramadan Al-Khairiyah yang dirangkaikan dengan Safari Ramadan Gubernur Banten di Gedung Serba Guna Al-Khairiyah, Citangkil, Kota Cilegon, pada Sabtu (28/02/2026).
Kegiatan ini menjadi momentum penguatan ukhuwah islamiyah, sinergi pemerintah dengan lembaga pendidikan, serta dorongan nyata bagi pemberdayaan desa dan lahirnya generasi muda wirausaha.
Hadir dalam kegiatan tersebut Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Indonesia Yandri Susanto, Gubernur Banten Andra Soni, Wakil Gubernur Banten Dimyati Natakusumah, Wakil Wali Kota Cilegon Fajar Hadi Prabowo, pimpinan Al-Khairiyah, civitas akademika Universitas Al-Khairiyah, para ulama, serta mahasiswa.
Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Indonesia Yandri Susanto menyampaikan apresiasi atas undangan dan menegaskan kedekatan emosionalnya dengan Al-Khairiyah. Ia menyebut Al-Khairiyah sebagai rumah sendiri yang telah membesarkannya sejak aktif sebagai anggota DPR hingga kini menjabat sebagai menteri.
“Al-Khairiyah ini adalah rumah saya sendiri. Saya dibesarkan, didoakan, dan didukung oleh keluarga besar Al-Khairiyah. Alhamdulillah, hari ini saya kembali hadir sebagai Menteri Desa,” ujarnya.
Yandri menekankan pentingnya kolaborasi antara Kementerian Desa dan kampus untuk mendorong lahirnya pengusaha-pengusaha muda desa. Ia memaparkan berbagai program strategis seperti Desa Ekspor, pengembangan BUMDes, desa wisata, desa tematik, hingga dukungan terhadap program nasional makan bergizi gratis melalui penguatan desa jagung, desa perikanan, dan desa peternakan.
“Mahasiswa Al-Khairiyah, apapun jurusannya, harus berani menjadi entrepreneur. Sekarang zamannya pengusaha muda bangkit,” tegasnya, seraya mendorong perumusan MoU antara Kementerian Desa dan Universitas Al-Khairiyah.
Sementara itu, Gubernur Banten Andra Soni dalam sambutannya mengapresiasi konsistensi Al-Khairiyah yang telah memasuki tahun ke-11 pelaksanaan Syiar Ramadan. Ia menilai kegiatan ini sebagai ikhtiar berkelanjutan dalam memperkuat kepedulian sosial dan nilai-nilai keislaman.
“Syiar Ramadan Al-Khairiyah memiliki sejarah dan kontribusi besar dalam pembangunan pendidikan di Banten. Ini sejalan dengan semangat membangun Banten yang maju, adil, merata, dan berintegritas,” ujarnya.
Andra Soni juga menyampaikan capaian program sekolah gratis tingkat SMA/SMK/SKH di Provinsi Banten yang telah menjangkau puluhan ribu siswa, serta mengajak aparatur pemerintah menjadikan pengabdian sebagai ibadah dengan menghadirkan kerja-kerja nyata bagi masyarakat. Ia turut menyatakan niatnya untuk berkontribusi mengajar di Al-Khairiyah sebagai wujud pengabdian.
Pada kesempatan yang sama, Wakil Wali Kota Cilegon Fajar Hadi Prabowo menegaskan bahwa nilai-nilai pendidikan yang ditanamkan di lingkungan Al-Khairiyah tidak hanya berorientasi pada aspek akademik, tetapi juga pembentukan karakter dan kepedulian sosial. Menurutnya, para siswa dan mahasiswa Al-Khairiyah terus dididik untuk mampu menahan diri, menumbuhkan empati, serta memiliki kesadaran untuk berkontribusi nyata bagi masyarakat.
“Siswa-siswi Al-Khairiyah semuanya dididik dan diingatkan untuk menahan diri, untuk banyak berempati, dan tidak melupakan tugas kita untuk memberikan kontribusi sebesar-besarnya kepada masyarakat, sekaligus menjalankan tanggung jawab kita sebagai umat Islam untuk terus berukhuwah dan bersujud kepada Sang Maha Pencipta,” ujar Fajar.
Fajar juga memberikan apresiasi tinggi kepada para pemuda Al-Khairiyah yang dinilainya memiliki peran penting dalam kehidupan sosial dan pembangunan daerah. Selama lebih dari satu tahun masa kepemimpinannya, kontribusi pemuda Al-Khairiyah disebutnya sangat nyata melalui berbagai gerakan pengabdian.
“Saya tidak perlu menyebut satu per satu, tapi kita semua tahu ada Al-Khairiyah Mengabdi, Al-Khairiyah Mengaji, dan Al-Khairiyah Mengajar. Ini adalah bentuk empati dan panggilan jiwa anak-anak muda Al-Khairiyah yang luar biasa. Tidak banyak pemuda yang mau terus memberi, bahkan menjadi pengingat bagi kami yang ada di pemerintahan,” ungkapnya.
Fajar menekankan bahwa masa depan bangsa berada di tangan generasi muda, sehingga pemerintah memiliki tanggung jawab moral untuk memastikan generasi tersebut tumbuh dalam lingkungan yang lebih baik dan berdaya saing.
“Tidak bisa dipungkiri, masa depan negara ini adalah milik anak mudanya. Tugas kami adalah memastikan 10 sampai 20 tahun ke depan, masa depan adik-adik semua harus jauh lebih baik,” tegasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Fajar juga menyampaikan terima kasih kepada Gubernur Banten dan keluarga besar Al-Khairiyah atas sinergi yang terus terjalin dengan Pemerintah Kota Cilegon. Ia menyebut peran tokoh-tokoh Al-Khairiyah, khususnya Ketua Umum, sebagai mitra strategis dalam mewujudkan Cilegon sebagai Kota Santri yang berkarakter, tanpa meninggalkan identitasnya sebagai kota industri.
“Setahun lebih kami menjabat, peran Al-Khairiyah tidak pernah lepas dari keseharian kami, selalu mengingatkan dan membersamai kami dalam membangun Kota Cilegon agar menjadi kota santri yang bermartabat, baik di tingkat nasional maupun global,” katanya.
Sejalan dengan Safari Ramadan, Pemerintah Kota Cilegon juga terus menggulirkan program Tarawih Berkunjung (Tarjung) dengan fokus pada masjid-masjid yang membutuhkan perhatian, khususnya dari sisi pembangunan. Fajar turut mengapresiasi dukungan Baznas Kota Cilegon yang selama ini aktif membantu program keagamaan dan sosial di Kota Cilegon.
“Kami berharap seluruh rangkaian Safari Ramadan ini membawa keberkahan, mempererat ukhuwah islamiyah, serta memperkokoh sinergi antara pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten/kota untuk mewujudkan Banten yang maju, sejahtera, dan bebas dari korupsi,” pungkasnya. (Am/Red)





