Lintasinfo.id – Satuan Pelaksana Merak dari Balai Karantina Hewan Ikan Dan Tumbuhan (BKHIT) Kelas I Banten kian intensif melakukan pengawasan terhadap pengiriman hewan kurban dari Pulau Sumateta ke arah Pulau Jawa maupun sebaliknya.
Kepala Satuan Pelaksana Merak BKHIT Kelas I Banten, Melani Wahyu Adiningsih mengatakan, meskipun terjadi peningkatan dalam pengiriman hewan kurban yang dilalu lintaskan, pihaknya tetap mewaspadai terhadap hewan kurban yang mengidap penyakit dari Pulau Sumatera.
“Memang saat ini pengiriman hewan kurban yang dilalu lintaskan dari arah Pulau Sumatera menuju ke Pulau Jawa sangat tinggi dibandingkan hari-hari biasa terlebih saat ini kan menjelang hari raya Idul Adha. Hari biasa itu terdapat hewan ruminansia yang dilalu lintaskan melalui Pelabuhan Merak rata-rata per bulannya mencapai 670 frekuensi, dan menjelang hari raya Idul Adha naik menjadi 1.500 frekuensi yang artinya dari jumlah itu naik sebesar 260 persen dan mayoritas yang dilalu lintaskan sapi sebanyak 85 persen,” katanya, Kamis (14/05/2026).
Melani menyatakan, pihaknya juga memperketat pengawasan pengiriman hewan kurban yang dilalu lintaskan dari Pulau Sumatera menuju ke Pulau Jawa untuk mewaspadai adanya hewan kurban yang mengidap penyakit, seperti penyakit mulut dan kuku, penyakit zoonosis hingga antrax dengan melibatkan pihak terkait seperti Kepolisian, TNI dan Dinas Pertanian Provinsi Banten terhadap hewan yang dilalu lintaskan.
“Kita memperketat hewan kurban yang dikirim dari Sumatera menuju Jawa untuk mengantisipasi hewan kurban mengidap penyakit, seperti penyakit mulut dan kuku, penyakit zoonosis hingga antrax sebelum melanjutkan perjalanan ke tempat tujuan karena hewan-hewan kurban wajib menjalani skrining pemeriksaan karantina kesehatan, sehingga apabila hewan kurban dinyatakan sehat, kami memberikan sertifikasi kesehatan hewan. Namun apabila ditemukan hewan kurban yang mengidap penyakit, kami kembalikan hewan tersebut ke tempat asal,” jelasnya. (Am/Red)






