PENDIDIKAN

LPP Unindra Perluas Jangkauan Pengabdian Masyarakat dan Tawarkan Program Pelatihan BIPA Bagi Ekspatriat

LPP Unindra Saat Memberikan Pelatihan Bersertifikasi. (Foto: Ist)

Lintasinfo.id – Lembaga Pendidikan dan Pelatihan Universitas Indraprasta PGRI (LPP Unindra) Jakarta terus memperkuat komitmennya dalam menjalankan Tridharma Perguruan Tinggi, khususnya pada pilar pengabdian kepada masyarakat. Melalui berbagai program pelatihan bersertifikasi, LPP Unindra aktif menyasar peningkatan kompetensi tenaga pendidik di berbagai daerah hingga merambah program bahasa bagi warga negara asing (WNA).

Kepala LPP Unindra Anna Nur Farhana menjelaskan, sebagai lembaga di bawah naungan Universitas Indraprasta PGRI, pihaknya berfokus menyediakan pelatihan yang tersertifikasi secara resmi serta bergelar non-akademik.

“Kami menyelenggarakan pelatihan perpajakan Brevet A-B-C yang bersertifikasi dari ATPI dan bergelar seperti CTT serta CPTT. Tidak banyak universitas yang menyelenggarakan pelatihan perpajakan bergelar yang bisa dicantumkan di belakang nama lulusannya,” ujar Anna. Selain itu, LPP Unindra juga membuka pelatihan public speaking, service excellence, hingga aplikasi akuntansi Zahir International yang diakui secara global.

Terkait kegiatan pengabdian masyarakat, LPP Unindra ditugaskan secara khusus oleh pihak universitas untuk menyelenggarakan pelatihan bagi para guru di berbagai daerah. Saat ini, jangkauan program pelatihan tersebut telah mencakup tiga provinsi, yaitu DKI Jakarta, Jawa Barat dan Banten.

“Di wilayah Banten, kami sudah menjangkau tiga daerah seperti Kabupaten Lebak, Serang dan Kota Cilegon. Sedangkan ke arah timur Jawa Barat, kami telah melaksanakan kegiatan di Majalengka, Kuningan, serta Cirebon, dan berlanjut ke Cibiyu, Kabupaten Garut,” jelasnya. Anna menambahkan, materi pelatihan disesuaikan secara dinamis berdasarkan kebutuhan para guru di wilayah setempat.

Selain fokus pada pengembangan kompetensi pendidik, LPP Unindra saat ini tengah gencar menawarkan program pelatihan Bahasa Indonesia untuk Penutur Asing (BIPA). Program ini ditujukan bagi para ekspatriat yang bekerja di Indonesia maupun keluarga WNA yang ingin menetap.

Anna mengungkapkan, kepemilikan sertifikat BIPA menjadi krusial bagi pekerja asing yang ditugaskan di Indonesia. Unindra dinilai memiliki kesiapan matang dalam menyelenggarakan program ini mengingat keunggulan Program Studi Bahasa Indonesia di kampus tersebut yang telah terakreditasi baik.

Melihat potensi industri di daerah seperti Kota Cilegon yang banyak menyerap tenaga kerja asing, LPP Unindra berencana menjajaki kerja sama dengan instansi pemerintah setempat.

“Kami berencana berkoordinasi dengan Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Cilegon untuk memetakan perusahaan-perusahaan yang memiliki tenaga kerja asing belum bersertifikasi BIPA. Pelatihan ini tidak hanya untuk pekerja, tetapi juga bisa dibuka kelas khusus untuk keluarga ekspatriat agar lebih fasih berbahasa Indonesia,” katanya. (Af/Red)