Lintasinfo.id – Menjelang Hari Raya Iduladha, deretan lapak penjualan hewan kurban mulai memenuhi sudut-sudut Kota Cilegon. Sapi dan kambing berjajar menanti tangan-tangan yang ingin berbagi. Namun, di antara riuhnya transaksi dan tawar-menawar, ada satu kisah yang terasa berbeda di Jalan Kedung Baya, Kelurahan Kalitimbang, Kecamatan Cibeber, Kota Cilegon.
Di lapak sederhana yang diberi nama Supratman Farm inilah, Brigadir Polisi Supratman Wibisono, seorang anggota aktif Polres Cilegon, berdiri bukan sebagai penegak hukum, melainkan sebagai penjual hewan kurban.
Seragam dinas yang biasa melekat kini berganti dengan kesederhanaan seorang peternak. Ia menyapa pembeli, memeriksa kondisi hewan, hingga memastikan setiap transaksi berjalan dengan penuh kepercayaan.
Supratman pun tak sungkan turun langsung memberi makan dan merawat hewan-hewan di lapaknya. Bahkan, ia aktif berdialog dengan calon pembeli untuk meyakinkan bahwa sapi yang ditawarkan benar-benar berkualitas.
Semua berawal dari kepekaan melihat peluang. Baginya, Idul Adha bukan sekadar perayaan tahunan, tetapi momentum meningkatnya kebutuhan masyarakat akan hewan kurban, apalagi Di Kota Cilegon, semangat berkurban pun terus tumbuh dari tahun ke tahun.
“Banyak masyarakat yang ingin berkurban, dan saya melihat ini sebagai peluang yang bisa dimanfaatkan dengan baik,” kata Supratman saat dtemui, Sabtu (16/05/2026).
Langkahnya tak semata soal bisnis. Dirinya menyimpan niat lebih besar, ikut berkontribusi dalam memperkuat ketahanan pangan, sejalan dengan semangat program pemerintah. Dari situlah muncul tekad untuk menekuni dunia peternakan, khususnya penggemukan sapi dan kambing, sektor yang dibutuhkan tidak hanya saat Iduladha, tetapi juga sepanjang tahun.
Kecintaannya pada dunia ternak menjadi fondasi utama. Sejak lama, ia juga mengaku memiliki ketertarikan terhadap sapi dan kambing. Dari hobi itulah lahir keberanian untuk memulai usaha, meski tahun ini menjadi langkah perdananya menjual sapi kurban.
“Ini baru awal. Ke depan, saya ingin mengembangkan usaha peternakan sendiri,” ujarnya penuh harap.
Untuk saat ini, sapi-sapi yang dijual didatangkan dari Lampung. Ia memastikan seluruh hewan dalam kondisi sehat dan memenuhi syariat kurban. Sebelum tiba di lapak, hewan-hewan tersebut telah melalui pemeriksaan ketat di balai karantina hewan serta dinas kesehatan terkait.
Ada beberapa jenis sapi yang dijual di Supratman farm milik Supratman ini, diantaranya, Simental, limousin, brangus hitam, dan metal kopyor.
Di tengah kekhawatiran masyarakat terhadap kualitas hewan kurban, Supratman berupaya menghadirkan rasa aman. Baginya, kepercayaan adalah hal utama. Harga yang ditawarkan pun bervariasi. Sapi dijual mulai dari Rp20 juta hingga Rp50 juta, tergantung jenis dan bobot. Sementara kambing dibanderol sekitar sekitar Rp3 juta hingga Rp6 juta per ekor, yang juga telah melalui proses pemeriksaan kesehatan.
“Di sana, di antara suara lenguhan sapi dan hiruk-pikuk pembeli, saya tengah menjemput berkah, bukan hanya untuk dirinya, tetapi juga bagi mereka yang ingin berbagi di Hari Raya Kurban,” ucapnya. (Am/Red)






