CILEGON

Gandeng Perusahaan Korea Selatan, Pemkot Cilegon Siap Olah Sampah TPSA Bagendung Jadi Bernilai Ekonomis

Kepala UPT Sampah Dinas Lingkungan Hidup Kota Cilegon, Bagus Ardanto (Foto: Lintasinfo.id)

Lintasinfo.id – Unit Pelaksana Teknis (UPT) Tempat Pembuangan Sampah Akhir (TPSA) Bagendung, Cilegon, tengah mempersiapkan langkah dalam pengelolaan sampah. Pemerintah Kota Cilegon berencana menjalin kerja sama dengan perusahaan asal Korea Selatan, untuk mengolah sampah menjadi produk bernilai ekonomis.

Kepala UPT TPSA Bagendung Bagus Ardanto, mengungkapkan, penandatanganan perjanjian kerja sama ini ditargetkan rampung pada akhir Juni 2026. Selanjutnya, pembangunan infrastruktur fisik akan langsung dikebut.

“Insyaallah pembangunan dimulai awal atau pertengahan Juli. Targetnya, sekitar bulan Oktober atau November sudah mulai berproduksi,” ujar Bagus saat ditemui di depan Kantor Wali Kota Cilegon, Senin (22/06/2026).

Melalui investasi senilai Rp 70 hingga Rp 80 miliar dari pihak Korea, fasilitas baru ini dirancang untuk mengolah 200 ton sampah per hari. Sampah-sampah tersebut nantinya akan disulap menjadi berbagai produk turunan yang bernilai jual.

Saat ini, TPSA Bagendung menerima pasokan sampah sebesar 400 hingga 450 ton per hari. Pengelolaan saat ini masih menggunakan metode konvensional controlled landfill, di mana penimbunan dan penutupan tanah dilakukan setiap dua hingga tiga minggu sekali.

Bagus menambahkan, aktivitas pengolahan mandiri saat ini sedang dinonaktifkan (off) karena area sedang dibersihkan (cleaning area) guna bersiap menyambut proyek Korea.

“Sementara kita masih ada sisa produksi terakhir kurang lebih 50 ton yang sedang didistribusikan ke Indonesia Power untuk kebutuhan co-firing batu bara,” jelasnya. (Af/Red)