Lintasinfo.id – Pengurus Cabang (PC) Fatayat Nahdlatul Ulama (NU) Kota Cilegon resmi dilantik untuk masa khidmat 2026–2031, yang diselenggarakan di Aula Gedung DPRD Kota Cilegon Sabtu (17/10/2026).
Organisasi kader perempuan muda binaan PCNU ini berkomitmen untuk hadir membawa dampak positif dan bersinergi membangun daerah.
Ketua PC Fatayat NU Kota Cilegon Ani Neli, menyampaikan, fokus utama kepengurusannya adalah pada pemberdayaan, pendampingan, serta pembentukan karakter perempuan yang mandiri dan berkarya.
“Fatayat NU Kota Cilegon merupakan organisasi perempuan muda di bawah binaan PCNU Kota Cilegon. Program kerja kami lebih fokus pada pemberdayaan dan pendampingan perempuan, bagaimana agar perempuan-perempuan di Kota Cilegon ini bisa berkarakter, mandiri, berkarya, serta ikut berkolaborasi memajukan daerah,” ujarnya.
Ani menambahkan, kehadiran Fatayat NU diharapkan dapat memperkuat sinergi dengan Pemkot Cilegon, PCNU, serta berbagai organisasi perempuan lainnya.
“Harapannya kehadiran kami di sini bermanfaat dan berdampak bagi masyarakat. Terlahirnya kembali Fatayat NU ini menjadi giroh atau semangat bagi perempuan muda untuk terus berkarya. Kami memastikan gerakan ini tidak berhenti di pelantikan saja, tetapi berlanjut melalui kegiatan-kegiatan nyata,” tegasnya.
Adapun struktur kepengurusan PC Fatayat NU Kota Cilegon ini memperkuat kinerjanya dengan melibatkan 50 orang pengurus. Selain jajaran harian dan seksi bidang, struktur ini didukung oleh tiga lembaga internal, yaitu Forum Dai Fatayat (Fordaf), Lembaga Koperasi, serta Lembaga Dai.
Ani menjelaskan, saat ini pembentukan struktur baru mencakup tingkat Pengurus Cabang (PC). Ke depan, penguatan kaderisasi akan difokuskan hingga ke tingkat ranting dan anak ranting di seluruh kecamatan se-Kota Cilegon.
Sementara itu, Ketua PCNU Kota Cilegon, Erik Rebi’in, mengajak Fatayat NU berperan aktif dalam membantu pemerintah daerah.
Ia juga mendukung upaya Pemerintah Kota Cilegon dalam memperluas akses pendidikan gratis hingga tingkat sekolah menengah pertama, termasuk di sekolah swasta sesuai kebijakan yang berlaku.
Erik berharap Fatayat NU dapat berperan aktif mendampingi masyarakat dan membantu mengidentifikasi anak-anak yang terkendala mengakses pendidikan.
“Jangan sampai ada anak-anak Kota Cilegon yang tidak bersekolah dengan alasan apa pun. Mari kita cari tahu persoalannya, kemudian bersama-sama membantu mereka agar bisa bersekolah,” katanya. (Af/Red)







