KESEHATAN

Dokter Spesialis Bedah Anak Tangani 40 Kasus Gangguan Pencernaan Di Cilegon

Dokter Spesialis Bedah Anak pada Rumah Sakit Eka Hospital Kota Cilegon, Dito Desdwoanto B.S., M.Ked.Klin., Sp.BA., FUAPS. (Foto: Lintasinfo.id)
LINTASINFO.ID

Lintasinfo.id – Sebanyak 40 pasien ditemukan mengalami penyakit pencernaan setelah mengkonsumsi junkfood atau makanan cepat saji hingga mengkonsumsi minuman kopi.

Hal itu diungkapkan Dokter Spesialis Bedah Anak pada Rumah Sakit Eka Hospital Kota Cilegon, Dito Desdwoanto B.S., M.Ked.Klin., Sp.BA., FUAPS, bahwa pihaknya dalam satu bulan dapat menangani sebanyak 40 kasus penyakit pada anak.

“Yang ditangani Dokter Bedah Anak itu rentang usianya dari 0-18 tahun, akan tetapi mayoritas dialami pada anak usia sekolah,” katanya, Rabu (30/09/2026).

Dito melanjutkan, kasus yang ditemukannya itu mayoritas penyakit usus buntu, hernia, saluran pencernaan, tumor, dan saluran kemih. Dan menurutnya, banyaknya anak yang mengalami penyakit tersebut dipengaruhi oleh gaya hidup tidak sehat seperti pola makan yang tidak sehat.

“Faktornya banyak ya, anak-anak mengalami penyakit tersebut dikarenakan pola makan yang tidak sehat seperti mengonsumsi junkfood dan minum kopi. Itu sangat mempengaruhi,” ujarnya.

Dito menyebut, anak-anak dapat mengalami berbagai kondisi kesehatan yang membutuhkan penanganan dengan segera jika mengalami keluhan seperti sakit perut, muntah, perut kembung, atau anak yang tampak rewel.

“Kalau ada anak yang merasakan tubuhnya sakit, langsung konsultasikan ke bedah anak. Jangan khawatir, gak semua yang konsultasi ke bedah anak itu langsung dibedah dan juga penyakit terdapat 2 kategori yakni penyakit bawaan dan penyakit bukan bawaan. Penyakit bawaan terdapat dari gangguan yang dialami saat masa kehamilan sang ibu,” jelasnya.

Dengan demikian, dirinya meminta anak-anak dapat menjaga pola makan dan gaya hidup untuk dapat menjaga imun kekebalan tubuh dan menghindari penyakit pada pencernaan.

“Yang pasti, jangan terlalu rutin konsumsi junkfood dan kopi, keduanya dapat memicu timbulnya penyakit, terutama gangguan pencernaan,” pintanya. (Am/Red)

LINTASINFO.ID